selamat datang

aku hanya mengungkap yang aku fikirkan, bukan sepenuhnya kisahku

Sabtu, 19 November 2011

tak ingin

berharap tak akan pernah sama
sejatinya aku memang egois
selalu mengutamakan hatiku
bukan tak memahami hatimu
tapi aku memang tak bisa memahaminya
berfikirlah sejenak, aku terlalu asing bagimu
tak layak bila kau katakan kekasih
kekasih adalah dia yang memikirkanmu
dan tak pernah kehilangan waktu untuk bersamamu
berbeda dengan aku yang selalu menghindarimu
mempercepat langkah bila bertemu denganmu
inilah aku dengan segala kekuranganku
aku yang sulit untuk menerima rasamu
bila ingin, aku pun tak ingin  menjadi egois atas dirimu




Kamis, 04 Agustus 2011

jangan bawa dukamu padaku!


bukankah setiap orang memiliki kisah mereka masing-masing?
dan bukankah setiap dari kisah mereka berbeda-beda?
juga denganmu yang lebih memilih kisah bersama dia
dengan seenaknya meninggalkan aku sendiri
jika saat ini tiba-tiba kau terluka karena dirinya
kau tidak perlu mengadu kepadaku, itu sudah menjadi pilihanmu
ketika kau datang mengungkap semua dukamu
bercerita panjang lebar tentang kisahmu
aku bukannya diam dan pasrah saja mendengarmu melimpahkan semua keluh kesah
hanya kebetulan saja aku adalah orang yang berada di dekatmu ketika kau berduka
tidak adil jika semua duka kau limpahkan padaku
sedangkan ketika bersuka cita kau hanya membawa serta dirinya
aku hanya menjadi bahan pertimbangan saat kau berduka
jangan harap kau bisa membawa dukamu padaku
karena aku akan menjalani kisahku sendiri

Selasa, 02 Agustus 2011

surat cinta


Bukankah surat cinta ini ditulis
Untuk dihantarkan kepada seorang yang dipuja
Seperti hujan yang jatuh ritmis
Menggenangi pelupuk mawar yang hendak mekar
Embun yang perlahan menjadi satu
Jatuh bersama menjadi setetes air
Menggantikan senja dengan fajar
Bukankah surat cinta ini berkisah
Akan kebanggaan pecinta tentang yang dicintainya
Seperti kepompong yang hendak berubah bentuk
Menjadi kupu-kupu yang bersayap
Malam menguraikan kisahnya sendiri
Melepas cahaya senja yang berwarna jingga
Singkat cerita hidup adalah fana
Tak akan berjalan tanpa adanya kehendak dari sang kuasa

Senin, 01 Agustus 2011

tak buruk

Seberkas cahaya memantul dari rerimbunan daun
Menjelma menjadi sebuah bayangan yang teduh
Semilirnya angin berhembus kasat mata
Kiranya aku masih tertegun, memandang
sepasang mata indah setenang telaga
Yang bahkan mampu menyembunyikan riak didalamnya
Raga ini terpaku hendak bergerak namun enggan
Senyum itu membuat sedetik, aku tersihir
Setelah sadar ternyata sepasang mata tadi
Berikut senyum yang menyihirku telah lenyap
Bagai permadani indah yang menyembunyikan
Pintalan benang tidak rapi di baliknya
Begitu pula hati ini seperti pintalan benang yang buruk
Tertutup oleh indahnya rupa permadani
Untuk secuil harap yang menghampiri
Baru kusadari, aku membutuhkan hati untuk berteduh

dikala senja basah kuyup

Bintang-bintang menunduk untuk menciummu
Aku berbaring terjaga dan merindukanmu
Tuangkan dosis untuk suasana berat

Karena aku akan tertidur aman dan nyenyak
Tapi aku akan kehilangan lenganmu di sekitarku
Karena aku berharap kau ada di sini

Aku akan menonton pergantian malam lampu-biru
Tapi itu tidak sama tanpa dirimu
Karena diperlukan dua orang untuk berbisik diam-diam

Keheningan tidak begitu buruk
sampai aku melihat tanganku dan merasa sedih
Karena ruang-ruang di antara jari-jariku

Aku akan menemukan peristirahatan dengan cara baru
Meskipun aku tidak tidur dalam dua hari
Karena nostalgia dingin menggigil tulangku

Tapi di kala senja  basah kuyup
Aku akan duduk di teras depan sepanjang malam
Setinggi pinggang dalam pikiran karena
Ketika aku teringat padamu aku tidak merasa begitu sendirian

Aku tidak merasa begitu sendirian
Sebanyak kali aku berkedip
Aku akan teringat padamu malam ini

Ketika mata ungu mendapatkan lebih cerah
Dan sayap berat  tumbuh ringan
Aku akan merasakan langit dan merasa hidup kembali

Dan aku akan melupakan dunia yang aku tahu
Tapi aku bersumpah aku tidak akan melupakan mu
Kalau suaraku bisa mencapai kembali melalui masa lalu
Aku akan berbisik di telingamu
Aku berharap kau ada di sini

setetes rindu

Setetes rindu mengapung diteluk hatiku
Mengaburkan fikiran dan jejak langkahku
Ritme yang kujalani hendak goyah
Suaraku tercekat ketika kalbu ini memohon
Ada pinta di dalam sana
Buka hatimu untuk sesuatu kenangan
Aku bergeming hendak meneruskan langkah
Adakah disana jiwa yang tak kunjung pergi
Aku sudah lelah mencoba tengadah
Rintik hujan tak kunjung datang
Padahal hati ini sudah kemarau panjang
kuberharap temukan muara tuk hati ini