Seberkas cahaya memantul dari rerimbunan daun
Menjelma menjadi sebuah bayangan yang teduh
Semilirnya angin berhembus kasat mata
Kiranya aku masih tertegun, memandang
sepasang mata indah setenang telaga
Yang bahkan mampu menyembunyikan riak didalamnya
Raga ini terpaku hendak bergerak namun enggan
Senyum itu membuat sedetik, aku tersihir
Setelah sadar ternyata sepasang mata tadi
Berikut senyum yang menyihirku telah lenyap
Bagai permadani indah yang menyembunyikan
Pintalan benang tidak rapi di baliknya
Begitu pula hati ini seperti pintalan benang yang buruk
Tertutup oleh indahnya rupa permadani
Untuk secuil harap yang menghampiri
Baru kusadari, aku membutuhkan hati untuk berteduh
Menjelma menjadi sebuah bayangan yang teduh
Semilirnya angin berhembus kasat mata
Kiranya aku masih tertegun, memandang
sepasang mata indah setenang telaga
Yang bahkan mampu menyembunyikan riak didalamnya
Raga ini terpaku hendak bergerak namun enggan
Senyum itu membuat sedetik, aku tersihir
Setelah sadar ternyata sepasang mata tadi
Berikut senyum yang menyihirku telah lenyap
Bagai permadani indah yang menyembunyikan
Pintalan benang tidak rapi di baliknya
Begitu pula hati ini seperti pintalan benang yang buruk
Tertutup oleh indahnya rupa permadani
Untuk secuil harap yang menghampiri
Baru kusadari, aku membutuhkan hati untuk berteduh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar