Nisan ini masih sama dengan nisan yang dulu kusentuh
Hanya nama yang tertera padanya sedikit kotor dan memudar
Gundukan tanah yang telah ditumbuhi rumput ini
Masih setia menjaga raga yang tertanam dibawahnya
Mungkin saat ini sudah berubah menjadi tulang-belulang
Tak tau harus bagaimana aku saat ini menemuimu
Bila memang esokku tiada lusa bolehkah ku meminta
Mata ini tak mampu lagi menatap senyummu
Telinga ini tak mampu lagi mendengar tawamu
Hidung ini tak mampu lagi mencium aroma tubuhmu
Dan kulit ini tak mampu lagi merasakan
Hangatnya genggaman tanganmu
Untuk itu izinkanku memelukmu dalam mimpiku
Hanya nama yang tertera padanya sedikit kotor dan memudar
Gundukan tanah yang telah ditumbuhi rumput ini
Masih setia menjaga raga yang tertanam dibawahnya
Mungkin saat ini sudah berubah menjadi tulang-belulang
Tak tau harus bagaimana aku saat ini menemuimu
Bila memang esokku tiada lusa bolehkah ku meminta
Mata ini tak mampu lagi menatap senyummu
Telinga ini tak mampu lagi mendengar tawamu
Hidung ini tak mampu lagi mencium aroma tubuhmu
Dan kulit ini tak mampu lagi merasakan
Hangatnya genggaman tanganmu
Untuk itu izinkanku memelukmu dalam mimpiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar